Dalam perbincangan khusus di Kantor Harian Serambi Indonesia
(Tribunnews.com Network), di Banda Aceh, dara kelahiran Lhokseumawe 25
Mei 1989 itu berjanji bahwa di ajang tersebut ia tidak saja
mempromosikan Aceh sebagai daerah wisata yang kaya akan seni budaya,
tapi juga akan menunjukkan jati dirinya sebagai perempuan Aceh yang
Islami, dengan tetap mengenakan jilbab.
"Saya nanti akan tetap mengenakan jilbab," katanya.
Sylvia menyadari tanggung jawab moralnya bukan hanya soal Aceh yang
bersyariat Islam. Tapi, memang kodrat saya sebagai seorang wanita
muslim, ingin memperkenalkan fashion dengan tema muslim, bahwa memang
cantik itu tidak harus terbuka.
"Cantik itu bisa juga tertutup kok," ujar Juara III Putri Citra 2012 ini.
"Cantik itu bisa juga tertutup kok," ujar Juara III Putri Citra 2012 ini.
Sebelumnya, Sylvia pernah ikut audisi dalam ajang yang sama di
Lhokseumawe pada 2011 lalu. Namun saat itu, ia hanya masuk sebagai
finalis.
Sylvia berkomitem akan tampil optimal memperkenalkan Aceh di tingkat
nasional. Terlebih kontes pemilihan Puteri Indonesia juga digelar di
tengah Aceh menyongsong tahun kunjungan wisata (Aceh Visit Year 2013).
Untuk itu, ia mengakui sudah menguasai sejumlah tarian tarian daerah,
seperti tari Perang Sabi, Ranup Lampuan, dan Saman.


0 komentar:
Posting Komentar